Seperti baru terbangun dari mimpi buruk Leonard membuka mata. Keadaan gelap gulita. Setelah mata dapat menyesuaikan diri dengan kegelapan dia mencari Kirana. Tangannya meraba-raba tempat tidur. Kosong. "Baby?" panggilnya. Tidak ada jawaban. Kecemasan segera menyergap. Leonard melompat turun dari tempat tidur dan mencari ke kamar mandi—yang tetap dibiarkan tanpa pintu—tapi tidak ada siapa-siapa. Dia menyalakan lampu loft. Dengan panduan cahaya remang lelaki itu menuruni tangga. "Kirana?" panggilnya lagi. Tetap tidak ada jawaban di tengah penthouse yang benar-benar gelap gulita. Jantung Leonard berdebar. Dia bersiap untuk segala kemungkinan terburuk, yaitu berhadapan dengan penyusup. Hati-hati sekali Leonard melangkah mencari saklar. Belum lagi mencapai tujuan mendadak lampu menyala. L

