"Tidak ada yang bisa dihubungi?" Richard Blair duduk tegak di belakang meja. "Tidak ada, Bos." "Satu pun?" Bawahan yang malang mengangguk perlahan. Dia meramalkan bahwa sebentar lagi Richard akan mengamuk. Keheningan mencekam berlangsung selama beberapa waktu. Semua orang yang ada dalam ruangan Richard tidak berani menatap langsung wajah bos mereka agar tidak dikira menertawakan. "Sialan. Sialan! Ini pasti ulah mereka! b******k!" Benar dugaan para bawahan. Richard melempar benda-benda yang terjangkau olehnya ke dinding. Tidak ada yang berani bergerak maupun bersuara, hanya tertunduk sambil berjaga-jaga jika ada benda nyasar. "Tidak ada yang tahu apa yang terjadi di kota sialan itu??" Richard terengah karena emosi. Tidak ada yang berani menjawab. "b******k! Tidak ada gunanya aku me

