Menyergap Penguntit

1397 Kata

Jam kerja usai. Sekarang saatnya bagi Robert untuk mengontrol keadaan di gedung kosong tempat belasan orang disekap. Seperti kebiasaannya Robert mengendarai mobil ke pinggir kota. Jalanan padat dan semua pengendara dalam keadaan emosi tinggi karena ingin cepat sampai rumah. Suara klakson tanpa ampun mendera indra pendengaran. "Halo? Ya, Sayang. Aku sedang di jalan. Tunggu ya, mungkin agak lama sampai di rumah soalnya macet sekali." Robert menjawab telepon dari sang istri. "Kamu mau roti yang kubeli tempo hari?" "Tidak masalah. Aku akan ambil jalan memutar lewat bakery itu. Roti manis saja? Oke. Love you too. Bye." Seulas senyum masih tertinggal di wajah Robert meskipun percakapan dengan sang istri telah berakhir beberapa saat yang lalu. Sesekali dia melirik kaca spion untuk memantau ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN