Setelah bersantai dan menyegarkan diri Leonard mengajak Kirana untuk bersosialisasi dengan peserta gathering lain, sekaligus memperkenalkan wanita itu sebagai istrinya. Kirana setuju saja, senang malah karena berarti Leonard tidak malu memiliki istri sepertinya. Suasana menjelang siang tidak terlalu ramai. Ada kemungkinan orang-orang lebih memilih bersantai di kolam renang pribadi pada cuaca yang cerah ini. Nathan masih terlihat aktif menyapa tamu-tamunya sedangkan—yang membuat Kirana lega—Jonathan tidak terlihat di mana pun. "Kurasa semua orang akan muncul saat makan siang. Kita santai saja. Kalau ada yang dikenal kita sapa, kalau tidak abaikan." Leonard meletakkan tangan di pinggang istrinya. "Okay, Daddy ... I will follow you," bisik Kirana. Gestur sang suami membuatnya merasa aman.

