"Aku tidak percaya kamu masih bisa tertawa di tengah ketegangan tadi." Leonard membelai rambut ikal istrinya. "Habisnya mereka berdua berdebat seperti itu. Lucu tahu. Seperti anak kembar." Kirana meringis. Lelaki itu geleng-geleng kepala, "Selera humormu memang berbeda." "Eh ... dia datang lagi," lirih Kirana melihat Jonathan menghampiri mereka di teras. "Mau kembali ke vila?" "Kurasa tidak usah. Kalau tidak dihadapi urusannya tidak akan selesai." "Good point." Suasana menjadi hening dengan kedatangan Jonathan. Namun, tidak lama Nathan menyusul keluar. Sepertinya tuan rumah tidak ingin melihat ada insiden lagi setelah peristiwa kedatangan istri Ardian tadi. "Cuaca cerah, bukan? Hari yang baik untuk bersantai," kata Nathan. "Tepat sekali. Hanya saja gathering kali ini terasa berbed

