"Kurasa Finlandia bisa menjadi pilihan yang baik untuk membesarkan anak," ujar Leonard begitu membuka mata di pagi hari. "Hnnngg ...? A–apa?" Kirana yang masih mengantuk belum bisa menangkap apa maksud suaminya. "Finlandia. Mereka menjadi peringkat teratas dalam bidang pendidikan," lanjut Leonard tanpa menyadari Kirana masih mengumpulkan nyawa. Sepasang mata hijau yang masih sayu mengejap-ngejap seperti boneka india, "Pendidikan ...? Oh, astaga, masih melanjutkan topik kemarin? Astaga, Daddy ... kupikir kamu bercanda." Giliran Leonard yang menatap heran, "Aku tidak bisa bercanda kalau menyangkut kehidupan istri dan anakku. Semalam aku memang memikirkannya, Baby." Kirana merasa sedikit sesak nafas memikirkan jumlah uang yang akan dikeluarkan sang suami untuk pindah ke Finlandia, "Uhm .

