"b******k. Ke mana anak ini? Begitu dibutuhkan dia menghilang," gerutu Charlie yang sedang berusaha menelepon West. Burhan melirik, "Menggerutu seperti lelaki tua saja." Charlie berkata sinis, "Lelaki tua mengomel seperti wanita tua." Ejekan itu diabaikan Burhan. Lebih baik dia mempersiapkan diri untuk bekerja. Pelanggan kedainya jauh lebih penting dibanding mata-mata yang menyebalkan ini. "Kau tidak mencari keponakanmu?" tanya Charlie. "Dari mana kau tahu aku mencari atau tidak?? Memangnya setiap detik aku harus melapor apa yang kulakukan?? Sekalian saja kau buatkan daftar absen untukku, heh?" sengit Burhan dengan wajah tidak enak dipandang. Dia sekaligus menumpahkan rasa eneg-nya terhadap Charlie. Setelah itu tidak ada yang bicara sepatah kata pun. Charlie mengamati kesibukan Burha

