** Pagi harinya Tiwi berangkat bekerja seperti hari kemarin. Syila sudah bisa diberi pengertian kalau ibunya harus mencari uang untuk membelikannya jajan. Jadilah ini anak nurut dan nggak rewel lagi waktu ditinggal. Jantung Tiwi berdebar kencang ketika masuk ke dalam cafe yang belum buka. Terlihat Anne sedang menata meja dibantu dengan Aan. Wanita itu merengut kesal ketika mengetahui Tiwi sudah tiba di tempat ini. Kalau nggak ada Mbak Tiwi pastilah aku yang dapatin Mas Wahyu. Gumam Anne sebal dengan tangan yang terus bergerak membawa lap yang dia sapukan di atas meja. Dia melirik sekilas ke arah Tiwi ketika wanita itu melintas. Ya Allah Anne masih ngambek banget Ama aku. Kata Tiwi dalam hati. "Mbak Tiwi, bantu aku motongin bawang bombay ya soalnya ada pesenan steak ayam buat nanti jam

