Tiwi panik bukan kepalang ditambah dengan ocehan Anne yang terus-terusan memojokkan dirinya. "Seumur-umur baru sekali ini deh kasir di cafe ini kehilangan uang. Dulu-dulu aman-aman aja." Anne mengoceh tiada henti bukannya membantu malah menambah kepanikan Tiwi. "Lu diam enggak! Gue kucir bibir lu!" sentak Adel yang malah jadi kesal sendiri mendengar Anne tak henti bicara. "Sabar, Del!" pinta Tiwi. Harusnya dia yang marah dan kesal, tapi Tiwi berusaha untuk sabar. Kalau dia sampai terpancing emosi itu artinya Anne yang menang. Tiwi sadar kalau saat ini Anne sedang berusaha untuk membuat amarahnya meledak. "Habisan ngoceh mulu dari tadi bukannya malah nolongin," sungut Adel. "Kenapa si ini?" tanya Bejo sambil membenarkan celana panjangnya yang melorot dengan menarik gespernya ke atas.

