"Bye! Hati-hati dijalan ya, Mas!" Shena melambaikan tangan saat mobil Aaron mulai melaju meninggalkan rumah. Menghela napas panjang, kemudian Shena melangkah masuk ke dalam rumah. Langkahnya terayun menaiki undakan tangga menuju kamar. Ia teringat kalau handphone nya masih di charger, barangkali sekarang sudah penuh karena sudah dari subuh. "Nah, udah penuh." Baru saja ia hendak duduk di sofa, namun tiba-tiba ia merasa mual. Menutup mulutnya dengan telapak tangan, segera Shena masuk ke dalam kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. "Huek! Huek!" Setelah merasa cukup, Shena menyalakan kran dan membasuh mulutnya. Sambil mengatur napas, Shena memberi pijatan lembut di pelipisnya yang terasa sedikit pusing. "Selalu aja gini, sampai kapan sih?" gumam Shena. Menyadari jika ia baru sa

