Bab 48

810 Kata

Siang ini Zea sudah diperbolehkan pulang oleh dokter karena keadaannya sudah mulai membaik lagipula Zea tidak betah berlama-lama di ruangan yang bau obat-obatan itu. Tapi sebelum pulang mereka mampir dulu ke ruangannya Alana. "Mama gimana keadaannya?" tanya Zea. "Justru Mama yang harus bertanya bagaimana keadaan kamu, sayang?" Zea tersenyum. "Zea udah ikhlas, Ma." "Lagipula masih bisa buat lagi 'kan, Ma," lanjut Kenzio. Tiba-tiba Iqbal langsung menyahut. "Rasanya Iqbal pengin ketawa jungkir balik dengar Om Ken panggil panggil ke orangtua Iqbal dengan sebutan Mama dan Papa." Kenzio mengernyitkan keningnya. "Memangnya salah?" "Nggak salah sih, cuma nggak cocok. Om Ken ketuaan buat jadi anaknya Mama sama Papa." Tawa Zea pecah mendengar kalimat frontal Iqbal, bukan Iqbal namanya kalau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN