Bab 47

958 Kata

Setelah memutuskan untuk mempertahankan janinnya, Zea sekarang lebih extra hati-hati. Bahkan, Kenzio melarangnya untuk melakukan hal yang berat semua pekerjaan rumah tangga tidak dibebankan kepada Zea karena Kenzio telah menyewa jasa asisten rumah tangga. Namun, sepertinya Tuhan berkata lain. Zea kembali mengalami pendarahan setelah tidak sengaja terpleset karena menginjak kulit pisang yang dibuang oleh Iqbal setelah memakannya. Iqbal merasa bersalah melihat kakaknya harus terbaring lemah di sini karena kecerobohannya, Zea harus merasakan sakitnya kehilangan janin karena dirinya. "Kak, maafkan Iqbal," ujar Iqbal penuh rasa bersalah. Zea masih terdiam, ia memang bersedih kehilangan bayinya itu tapi mau bagaimana lagi menangispun tidak akan bisa merubah keadaan. Mungkin ini sudah jalannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN