Pertemuan dengan Benny adalah hal yang tidak pernah diharapkan beberapa hari belakangan ini, semenjak Benny berpamitan dengan dirinya keluar kota mengenai pekerjaan belum lagi pertemuan dengan Mela saat bersama Rafa atau sahabatnya saat bersama Evan. Naila bukan takut pandangan orang lain pada dirinya hanya saja malas menjelaskan pada Benny mengenai hal – hal yang seharusnya tidak penting lagi karena hubungan mereka benar – benar berakhir. “Apa kabar?” “Baik, kamu bagaimana keadaan di tempat baru kemarin?” “Tidak terlalu menyenangkan karena merindukanmu.” Naila memutar bola matanya malas “kamu harus cari wanita lain, Ben.” Benny mengangguk “seperti kamu yang sudah dapat pengganti aku secepat ini?” Naila terdiam tidak ingin menjawab “apa kita tidak ada harapan?” Naila menghembuskan na

