Pertanyaan Naila membuat suasana berubah tapi Fajar memang selalu bersikap tenang jika terjadi sesuatu dimana langsung mengalihkan pada pembahasan hal yang lain, Naila hanya bisa diam tidak memaksakan apa pun itu karena bagaimana pun papanya pasti tahu apa yang terbaik bagi dia. Tidak selang berapa lama Indira menyusul mereka di taman belakang dan mulailah sikap manja papanya akan keluar saat ada mamanya disamping, dari dahulu Naila berharap hubungan rumah tangganya akan sama dengan kedua orang tuanya. “Besok Rafa berangkat?” Naila mengangguk menjawab pertanyaan Indira “Nay, mama minta maaf” Naila menatap bingung “maafin kalau mama ada salah sama kamu.” Naila memandang Fajar yang juga sama – sama terkejutnya “mama kenapa?” “Adik kenapa?” Fajar menatap Indira dalam yang hanya menggelengk

