Evan berusaha untuk tenang menghadapi mereka terutama Naila karena bagaimana pun kesehatan pasien yang paling utama dan jika Naila menolak maka akan berdampak pada kesehatan pasien ini dan itu berarti karir mereka menjadi taruhan. Mengambil kursi yang terletak tidak jauh dan biasanya digunakan oleh Lela jika harus mencatat selama proses konsultasi berlangsung, duduk disamping Naila membuat yang bersangkutan harus menggeserkan kursinya sedikit menjauh. “Program yang saya berikan ini adalah untuk kebaikan ibu, yang memantau saya bukan Dokter Naila tapi jika ibu tidak mengikuti saran Dokter Naila ya semua memang pilihan ada di ibu karena itu badan ibu bukan kami.” “Pak Dokter kenapa begini dengan ibu padahal sebelumnya baik – baik saja, apa kalian ada hubungan?” Evan tersenyum menatap kaka

