Evan memang selalu bisa menenangkan Naila dalam keadaan apa pun itu, perkataan Evan membuat Naila merasa memiliki teman yang siap suatu saat bersama dirinya ketika jatuh. “Dokter Evan naksir sama mbak?” suara Lela membuyarkan lamunan Naila yang menatap penuh selidik. “Coba tanya sama Dokter Evan” jawaban Naila membuat Lela memutar bola matanya malas “lagian tanya begitu ke cewek ya mana paham mending langsung tanya sama yang bersangkutan.” Menatap jam yang ada di dinding dan pekerjaan mereka yang sudah selesai beberapa menit lalu membuat Naila membereskan semuanya dengan bantuan Lela, jam kerja Naila yang lebih fleksibel dibandingkan Lela bisa membuat Naila pulang terlebih dahulu. Langkah Naila terhenti saat melihat Evan menunggu dirinya di tempat parkir, melangkah pelan ke arah pria

