Naila masih tidak percaya jika pria yang ditemuinya saat di kantin tadi adalah Evan, pria yang ditemuinya saat di rumah sakit itu. Seingat Naila pria itu mengatakan jika pengacara atau pengangguran banyak acara tapi ternyata seorang dokter, dokter spesialis bedah yang tidak jauh dengan kakak sepupunya. “Mbak kaya kenal sama dokter tadi?” Naila menatap Lela lalu mengangguk pelan membuat Lela membelalakkan matanya “bukan kenal dekat tapi pernah bertemu” ralatnya langsung membuat Lela mengangguk pelan. “Tampan sih tapi masih tampan Mas Rafa.” Naila menggelengkan kepala mendengar perkataan Lela, memilih fokus mengerjakan pekerjaannya yang tersisa dan sepulang dari sini berencana ke cafe sebentar. Pekerjaan mereka kali ini diisi keheningan karena Naila meminta Lela untuk diam, ruangan diisi

