Fajar menatap Melda yang berada dihadapannya dengan tatapan memohon, sebenarnya hari ini harus bertemu Indira namun kedatangan Melda membuat semuanya berubah. Fajar meminta Indira menunggu tapi jika tidak bisa maka Ryan yang akan mengantarkan pulang, berkali – kali mengirim pesan tidak dibalas satu pun. “Kamu benaran sama perempuan itu?” Fajar mengangguk malas “gak bisa diubah?” menatap tajam pada Melda yang tampak menelan saliva kasar “setidaknya bukan sama anak penyakitan.” “Maksud kamu apa?” Fajar sudah tidak bisa mengendalikan dirinya. Terapi yang dirinya lakukan selama ini seakan tidak berguna jika berhadapan dengan Melda, menatap tajam kearah perempuan dihadapannya dimana yang ditatap tampak biasa saja. Fajar menghembuskan nafas pelan agar bisa mengendalikan emosinya, perasaan ti

