Bangun lebih pagi dari sebelumnya karena memang setelah shalat tadi tidak ada yang dikerjakan jadi memutuskan untuk ke dapur membantu bibi dimana hanya seorang diri karena pastinya sang mama masih berada di pelukan papanya, Naila hanya membantu beberapa terutama menata masakan yang sudah matang ke wadahnya. ‘Aku tinggal mandi dulu, bi.” Masuk kedalam kamar membersihkan diri, memasukkan barang – barangnya seperti dompet dan ponsel kedalam tas kecil yang biasa dibawa. Menatap penampilan depan cermin dan setelah terlihat rapi memutuskan untuk keluar dimana sudah kumpul dengan duduk di meja makan termasuk kakak serta kakak iparnya dan juga Rafa. “Kamu yang menyiapkan ini?” Naila hanya mengangguk “pantas kalau bibi gak mungkin ada minuman ini.” “Mama aja yang malas buat naruh minuman itu di

