Tatapan orang tua saat Naila datang membuat tidak berani membalas tatapan, memilih diam dan menunduk atas apa yang mereka lakukan saat ini. “Kalian belum sah bagaimana bisa bersama” Indira hanya menggelengkan kepala sambil memijat keningnya pelan. “Kami nggak ngapa – ngapain, ma.” “Suruh Rafa ke rumah kalau sudah selesai secara janjinya akan melamar kamu setelah ini” Naila mengangguk pelan “terakhir kalian melakukan hal gila dan sekarang masuk ke kamar bersihkan dirimu.” Naila hanya mengikuti perkataan Fajar untuk membersihkan diri, masuk ke dalam kamar menatap dirinya depan cermin membuat dirinya tersenyum bahkan saat membuka pakaiannya dimana tanda yang Rafa berikan menjadi bukti bagaimana panasnya mereka berdua. Memilih untuk mengirim pesan pada Rafa sebelum masuk ke dalam kamar man

