Menempatkan pe.nisnya depan bibir vag.ina Naila dengan memberikan gerakan perlahan yang semakin membuat Naila mendesah atas apa yang Rafa lakukan, tatapan sayu Naila berikan saat mereka saling menatap. “Aku nggak akan berhenti, Nay.” “Lakukan apa pun yang kamu mau.” Menekan dengan pelan membuat Naila mencengkram bahu Rafa keras, meski sebelumnya sudah dimasuki tetap memberikan sensasi berbeda. Naila seakan masih belum siap saat Rafa memasukinya karena masih menjadi hal yang berbeda saat pen.isnya masuk ke dalam, gerakan pelan Rafa yang semakin dalam membuat Naila semakin sayu menatap Rafa. “Apa sakit?” Naila menggelengkan kepala “masuki cepat sekarang, Rafa.” Mendorong semakin masuk ke dalam sampai masuk keseluruhan, mendekatkan bibirnya pada payu.dara Naila untuk menghisap put.tingn

