Suasana diantara mereka berdua sedikit aneh dan ini semua karena keberanian Naila melakukan ciuman di bibir pantai, menghembuskan nafas dengan mengalihkan pandangan kesamping membuat Naila tidak berani menatap Evan. Evan sendiri masih terkejut apa yang mereka lakukan tadi bahkan tangannya meremas payu.dara Naila dimana membuat adik kecilnya berdiri hingga sekarang ini, cukup lama dirinya tidak merasakan hal seperti ini setelah perceraian. “Mau mampir beli makanan?” Naila mengangguk pelan “drive thru saja ya karena sudah cukup malam.” Evan langsung memasukkan mobilnya kesalah satu restoran cepat saji yang terlihat, menanyakan apa yang Naila inginkan dengan segera memesankannya. Naila membantu Evan dalam menerima barang – barang mereka, mencari makanan milik Evan dimana minumannya langsun

