Menatap ragu saat berada ditempat parkir mess dimana Rafa memintanya untuk datang, Naila sangat tahu jika pastinya cepat atau lambat mereka harus membicarakan hal ini. Kesibukan Rafa kemarin membuat Naila tidak bisa melakukan apa pun, bahkan saat Rafa memintanya bertemu harus diundur karena kesibukannya menghadiri beberapa macam acara. Ketukan pada jendela membuat Naila menghentikan lamunannya menatap pelaku yang mengetuk jendela mobilnya di kursi penumpang, membuka kuncinya membuat Rafa langsung masuk kedalam. “Dari tadi?” Naila menggelengkan kepalanya “maaf tidak bisa mengabari kamu dan secara dadakan ngajak ketemu, kamu nggak ada jadwal?” “Kalau aku ada disini berarti aman” Rafa mengangguk pelan “kita mau kemana?” “Apartemenku sebentar.” “Harus ya ditempat tertutup dan tidak ada or

