Membuka kancing kemeja setelah mengatakan hal itu sehingga tampak bukit kembarnya yang masih tertutupi, Rafa menatap dengan menelan salivanya kasar membuat pandangannya mengarah ke wajah Naila saat kemejanya turun ke lantai dan tidak lama kemudian bagian atasnya terbuka secara keseluruhan yang semakin membuat pe.nisnya ingin dibebaskan. “Kamu nggak suka?” Rafa menatap bingung dan menelan saliva kasar “ekhem...suka hanya saja...apa kita harus melakukan ini?” Naila mengangkat alisnya “aku menginginkanmu apa bukan hal ini yang akan kita lakukan?” Rafa terdiam “bahkan bagian bawahmu ingin dilepaskan.” Naila menggenggam tangan Rafa mengarahkannya ke bukit kembar miliknya membuat Rafa sekali lagi menelan saliva secara kasar, diremasnya pelan membuat Naila melumat bibir Rafa dengan dalam dima

