Menatap Rafa yang ada dihadapannya kali ini dimana sedang membaca – baca menu yang sudah Naila buat menu mereka berdua, Rafa mengangguk pelan sambil membacanya. Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan bagi kebanyakan orang termasuk Naila dan itu tidak lepas dari pandangan Rafa yang tersenyum simpul saat melihatnya, Naila menatap sekitar yang mulai tampak membosankan lalu memikirkan perkataan kedua orang tuanya mengenai Rafa yang melamar dirinya. “Sudah ok ini tinggal bagaimana kamu beri itu ke kita.” Naila mengangkat alisnya “bukankah yang masak adalah chef dari tempat kalian?.” “Kalau dari tempat kami untuk apa susah – susah menyuruh kamu membuat menu?” Naila terdiam “sudah tahu mengenai lamaran yang aku sampaikan ke orangtua kamu?” Naila mengangguk pelan “lantas apa jawaban kamu?.”

