Gue Sayang Sama Lo

1819 Kata

MAJU. Mundur. Dari semalam kerjaan Adit cuma bolak-balik balkon kamar. Dengan tampang sibuk padahal banyak pikiran. Matanya gak ber-henti memincing ke arah depan, kamarnya Fasha. Jujur saja, obrolan dengan Ardan semalam cukup mengusiknya. Sementara Fasha yang ber-sembunyi dibalik tirai akhirnya menyadari kejanggalan tatapan aneh Adit ke arah kamarnya. Biasanya cuek akan kehadirannya. Tapi kini malah curi-curi pandang. Malam sudah tenggelam bahkan nyaris men-capai garis pagi. Ia masih betah mengetik di depan laptop mengerjakan bahan presentasi untuk esok. Setelah sekian jam fokus, lama-lama ia jadi berharap penuh tentang Adit yang tiba-tiba terus menatap kamar-nya. Ada apa? Kini Adit memandang layar ponselnya. Menatap lama nomor yang memang sudah tersimpan lama. Nomornya Fasha yang ia dap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN