Jalan Pikiran Cewek

1899 Kata

“PACARAN macam apa itu namanya,” komentar Rain dengan nada suara yang semakin mengecil. Agak-agak ngelus d**a karena tadi ia gak tahu kalau ada dua orang yang saling berhadapan dengan laptop masing-masing. Masih jaman pacaran kek gini? dumel Rain dalam hati dengan bibir terkekeh-kekeh sampai Fasha mendongak dan agak senewen melihatnya. Ia mengusir Rain dengan tatapan mata. Tak enak kalau tawa Rain itu sampai menganggu konsentrasi Pandu yang lagi serius-seriusnya. Rain tetap terkekeh kecil walau terbirit-b***t melintasi ruang tamu rumah hingga tiba di teras rumah. “Begitu lah kalau pacaran sama orang yang gak beda jauh kepribadiannya,” komentarnya sambil membuka pintu gerbang. “Hoi, bang Adit!” Adit menoleh sambil mengacungkan tangan. Cowok itu sedang me-ngeluarkan mobil kakaknya. “Bang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN