Pergolakan Hati

1859 Kata

“Bodo! Biarin aja! Biar mati aja tuh berdua!” Dina emosi. Giliran masuk kantor polisi malah ia yang dihubungi. Ia yang disuruh ke sana. Ia mana mau? Apalagi kalau harus berurusan dengan Pras lagi! Lagi pula, ia heran, kenapa sih si Adit suka banget memperpanjang masalah sama Pras kemaren? Walau terganggu, Dina sih malas mikirin walau yah sampe bete dan akhirnya lari dari rumah walau dengan konteks tak benar-benar lari. Ia hanya malas menghadapi Ardan dan Adit yang seakan bersekongkol membuatnya dongkol. Tapi malah jadi rusuh begini. Yang pusing malah si Farras karena ia yang ditelepon Ardan setelah tahu dimana keberadaan Dina sebenarnya. “Matiin aja teleponnya, Ras! Kagak usah diurusin! Mereka udah sama-sama gede! Udah sama-sama tua! Udah bukan waktunya lagi buat tonjok-tonjokan ala ana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN