Chapter 17

1109 Kata

Elsa meninggalkan restoran cepat saji tersebut kemudian kembali menuju rumah sakit. Bram tengah menonton televisi ketika dirinya kembali.  "Akhirnya dateng lu." Elsa menarik kursi kemudian duduk di sebelah bangkar Bram. "Untung lo udah punya duit sendiri dari bisnis," gumam Elsa. Ia mengeluarkan pesanan yang telah dipesan dari kantong.  "Iya, nih. Udah bisa nyari duit gue. Udah jadi idaman lo banget belum, Sa?" Elsa hanya terkekeh mendengarkan hal itu.  "Udah dong. Tapi lo belum jadi idamannya cewek itu, kan?" "Ah, lo biki hati gue sakit aja, Sa." Elsa kembali terkekeh. Bisa dibilang cinta Bram saat ini tengah bertepuk sebelah tangan. Perempuan yang ia sukai begitu dingin terhadap dirinya.  "Nih makan dulu." "Suapin," pinta Bram. Pergerakan Elsa terhenti kemudian dirinya terpaku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN