Chapter 16

1923 Kata

Mobil Devan telah tiba di pekarangan rumah Elsa. Mereka terjebak macet sehingga baru tiba satu jam kemudian. Padahal seharusnya di jam mendekati tengah malam, jalanan cukup sepi. Ternyata sama saja, tetap terjadi kemacetan. Selama terjebak di kemacetan, mereka pun hanya saling terdiam tanpa mengatakan apapun. Tidak terjadi perbincangan. “Makasih ya, Dev.” Elsa membuka sabuk pengamannya. “Lo kerja apa aja?” tanya Devan tiba-tiba. Elsa yang baru selesai melepas sabuk pengamannya kemudian menoleh ke arah Devan. Pertanyaan itu  membuat Elsa kembali mengingat apa saja pekerjaan yang pernah dilakukannya. Elsa sudah melakukan banyak pekerjaan. Jika ia mencantumkan segala pekerjaan serabutannya dalam CV, pasti dirinya memiliki begitu banyak pengalaman kerja. Bila menyebutkannya sekarang secar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN