Chapter 46

1237 Kata

Devan melangkah mengikuti Bayu yang mengarah ke ruang kerjanya. Begitu Bayu duduk di kursi kerja dan melihat Devan memasuki ruang kerja, dirinya pun merasa terkejut. "Kenapa kesini?" tanya Bayu menatap putranya.  Devan pun melangkah dan kini duduk di hadapan Bayu.  "Papa mau ngomong, kan?" tanya Devan. Bayu pun menatap Devan kemudian menghela napasnya. "Kenapa bukannya lanjut sama istri?" tanya Bayu. "Harusnya gitu. Tapi Papa nongol tadi." Bayu menghela napasnya kembali. "Oke, Papa minta maaf soal itu. Kebiasaan langsung masuk kamar kamu. Lupa kalau sekarang udah ada punya menantu." "Papa mau ngomongin apa?" tanya Devan. Seingatnya untuk masalah pekerjaan, sejauh ini lancar saja tanpa ada masalah. Meski Devan mengerjakannya sambil kuliah namun pekerjaannya lumayan lancar tanpa ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN