9. Hujan di Halte

1415 Kata

Dokter Gamma akhirnya mengajak kami makan bersama di kantin rumah sakit. Berdua sih, karena hanya mereka yang memesan makanan. Perutku masih terasa kenyang berkat traktiran Irsyad tadi siang, sehingga sekarang aku hanya memesan es jeruk. Irsyad memesan Soto Betawi, sedangkan Dokter Gamma memesan Bakso Daging Urat ukuran jumbo. Saking jumbonya, hingga di menu tertulis Bakso Gajah. Dengan sepiring nasi, dan sambal yang banyak. Makan dia banyak, tapi entah mengapa badannya nggak terlihat gemuk sama sekali? Mungkin olahraga lah yang membuatnya terlihat atletis dengan otot-otot sekal yang nampak di balik kemejanya. Sepanjang menikmati makanan, keberadaanku sudah mirip layaknya kotak tusuk gigi yang tergeletak di tengah meja kami. Nggak dibutuhkan, tapi mereka tetap mencari kalau aku nggak ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN