“Apa maksud semua ini, apakah kamu sudah gila. Kamu mau membuat perusahaan yang aku bangun dengan susah payah malah merugi. Kalau seperti ini aku bisa bangkrut. Aku mohon kepadamu ini hanyalah permainan kamu saja, kan?” ucap sang bos PW yang sepertinya merasa bahwa apa yang terjadi sekarang menjadi korban di balik program rekaman kamera tersembunyi seperti yang sering wara-wiri di televisi. Sambil melipat tangan ke dadanya ia pun menatap remeh ke arah sang bos dan mulai berbicara seenaknya karena untuk saat ini sang bos PW sudah berada di ambang kejatuhan. “Saran aku lebih baik akusisi saja perusahaan kecilmu ini kepada perusahaan besar biar saham kamu stabil atau kamu pilih setuju untuk pemutusan kontrak kerja agar karyaku bisa kembali ke tanganku.” Sang bos PW berpikir lebih keras kare

