“Selamat datang Baby G, mau pesan apa?” “Bakwan goreng sama tahu, jangan lupa pakai cabai rawit.” Sisi mengerucutkan bibirnya kesal. Ia menghempaskan badannya untuk duduk di hadapan Gino. Masih dengan celemek yang terpasang, ia langsung mendatangi Gino saat tadi Megi mengatakan bahwa Gino datang. “Dari mami.” Gino menyodorkan sebuket bunga besar pada Sisi. Dengan mata berbinar Sisi menerima buket bunga besar itu. Ia menatap kagum pada buket bunga mawar pink yang dikelilingi oleh baby's breath berwarna pink pula. Benar-benar bunga yang sangat indah. “Makasih, ini indah banget. Gue suka banget baby's breath, tapi belum pernah lihat langsung. Tante Inggrit tahu banget kesukaan gue.” Gino hanya mengangguk tanpa mengucapkan apa pun. Sebenarnya ialah yang memilih bunga itu, karena maminya han

