Iliana POV Aku semakin lemah tak berdaya, kuhabiskan waktu yang tersisa hanya dengan tergeletak menyedihkan di sudut apartemenku. Entah kenapa aku merasa sangat sedih bukan karena tak bisa lagi menyelamatkan anak dan ibuku, tapi kerena Zoeya menghilang begitu saja tanpa memberiku kesempatan untuk menjelaskan yang sebenarnya. Kuikhlaskan tubuhku harus mati semuda ini, setidaknya aku masih memiliki semangat hidup untuk menyelamatkan orang yang kucintai. Tapi kenapa Kau membuat hantu yang sudah mati sekali harus kehilangan semangatnya sampai aku ingin mati sekali lagi, TUHAN?? "Kau sekarang seperti kucing sakit flu, tidur di sembarang tempat dan tampak acak-acakan." Ejek Zoeya yang entah kapan dan dari mana munculnya. "Zoeya??" aku tersenyum girang dan segera memeluk Zoeya. "Don't be Leb

