Warda menjadi kebingungan, walau Mikayla tampak menjadi anak yang patuh dan tetap mau makan tetapi anak angkatnya tersebut selalu murung. Warda semakin kasihan, dia tahu jika Mika mencoba untuk tidak membuat dirinya dan Devan repot. Namun, Mika sudah jelas sekali memaksakan diri untuk bersikap tegar. "Kamu kenapa melamun terus? " tanya Devan. "Mika, aku kasihan padanya yang terlihat begitu tertekan. Dalam keadaan sedih tetapi memaksakan diri bersikap tegar, " jawab Warda. "Memang masa ini adalah masa tersulit baginya, nanti setelah melewati masa ini dia bisa terbiasa, " balas Devan. "Tetapi kata Barra di sekolah dia hanya diam saja, bahkan di kantin kalau makan hanya sedikit." "Besok hari sabtu kan? Bagaimana kalau sorenya kita mengadakan camping. Ajak keluarga Kak Yuta dan Adit

