Devan tidak main - main dengan ucapannya yang tadi, sesampainya di rumah segera menggempur sang istri dengan ciuman yang dahsyat. "Dev, tunggu…" Devan cuek, terus mengecup bibir sang istri tiada henti. Bahkan tangannya mulai bergerilya kemana - mana. "Dev, tunggu!" teriak Warda kesal. "Ada apa lagi?" tanya Devan sudah menggebu. "Perutku sakit," keluh Warda. "Jangan mengada - Ngada deh, kamu pasti mengerjai aku kan?" tuduh Devan kesal. "Serius, tapi aku sakit. Biasanya… Tuh kan.." Warda berlari masuk ke kamar mandi. Tak lama kemudian Warsa muncul lagi, membuka lemari dan mengeluarkan sesuatu yang paling… Menyebalkan bagi Devan. Yaitu pembalut wanita. Warda meringis melewati suaminya, tercetak senyuman bahagia seolah lepas dari terkaman binatang buas. Devan bengong, bisa - bisany

