Devan sebenarnya tahu jika istrinya sangat polos dan setia, tetapi karena Bian ada rasa sehingga dia takut jika pemuda tersebut ada niatan merebut istrinya. Apalagi istrinya yang lugu dengan mudah bisa dibohongi. "Sial aku cemburu sekali, sampai - sampai aku tidak bisa konsentrasi, " batin Devan duduk di kursi nya dengan wajah merengut. Berbeda dengan Yuta, Devan terkenal lebih murah senyum dan juga ceria. Akan tetapi jika sedang tidak enak perasaan yang juga bisa sesangar dan semenakutkan seperti sang kakak. Devan tidak begitu dengar apa yang dijelaskan oleh rekan kerjanya, pikirannya tertuju pada Warda dan segera ingin memberi pelajaran. Setelah bersabar cukup lama, akhirnya rapat selesai. Begitu sampai di ruang kerja pribadinya istrinya sudah tertidur. "Anak ini benar - benar

