Malam harinya, Warda hanya duduk di ruang santai sambil menikmati buah - buahan. Dia tidak mengira jika melakukan hubungan seperti itu juga terasa sakit. "Percaya diri sekali dia bilang kalau sakitnya hanya sementara, sampai sekarang aku mau jalan masih agak sakit," batin Warda kesal. Tidak ada suaminya Warda merasa tenang sebab tidak ada yang mengusik, tetapi lama kelamaan dia menjadi cemas. Karena tadi suaminya hanya berpamitan sebentar, nyatanya sampai sekarang belum pulang - pulang. Warda melirik ke arah jam dinding, sudah menunjukkan pukul 9 malam. Dan setelah dilirik lagi berganti menjadi angka sepuluh. Karena cemas, Warda mencoba menghubungi suaminya. Dalam pikirannya membayangkan jika saat ini suaminya tengah bersama wanita lain karena sorang playboy kadang susah sembuhnya. Te

