Devan mulai menyadari perubahan pada raut wajah sang istri yang terlihat kecewa. "Kamu kenapa tidak bilang jika Kak Lita adalah mantan kamu? Pantas saja Kak Lita mempercayakan Mika kepadamu bahkan aset yang begitu banyak. Apakah Mika itu anak kamu?" tanya Warda serius. "Loh, ngomong apa kamu ini. Bagaimana mungkin Mika anak aku. Aku dan dia selama berpacaran hanya sebatas ciuman pelukan saja. Aku berani sumpah," sergah Devan serius. Warda nyesek juga, ternyata membayangkan suaminya bermesraan dengan wanita lain walau hanya dimasa lalu sangat membakar hatinya. "Kalau begitu, apakah kamu pernah melakukan hubungan lebih dari ciuman dan pelukan bersama Cherry dan mantan - mantan yang lain?" tanya Warda pelan. Warda tahu tidak etis menanyakan sesuatu yang begitu rahasia, tetapi dia juga ti

