Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, akan tetapi Warda masih mengurung diri di dalam kamar. Devan dengan setia menunggu di ruang santai sambil ngemil, dia yakin jika nanti istrinya itu akan keluar karena merasa lapar. Devan sengaja tidak mengetuk pintu dan membiarkan Warda, karena jika merayu untuk membuka pintu hal itu justru akan membuat Warda semakin takut. Sedangkan di dalam kamar, Warda memegang perutnya yang melilit. Sudah sejak siang dia memang beluk makan. "Perutku sakit sekali, tapi jika aku keluar aku takut kalau Devan berbuat hal - hal yang buruk," batin Warda. Akan tetapi semakin lama sakitnya semakin menjadi - jadi, bahkan perutnya sampai berbunyi. "Sudahlah aku keluar saja, lagian sejak tadi tidak terdengar suaranya. Siapa tahu dia sudah tidur karena lelah," batin Warda.

