Sudah beberapa hari ini Warda duduk termenung di depan jendela kamar sambil menatap adik - adik balitanya yang tengah bermain pasir. Tadi Bian kemari, ingin mengajak Warda keluar jalan - jalan. Memang semenjak kejadian di rumah sakit itu hati Warda sedikit tergerak. Akan tetapi Warda menolak karena besok adalah hari pernikahannya. Warda masih teringat jelas wajah kecewa Bian yang begitu tahu jika dirinya akan menikah. "Warda, kamu masih terlalu kecil untuk menikah. Apakah kamu dipaksa atau bagaimana?" tanya Bian penasaran. Warda hanya menunduk dan tidak mau menjelaskan lebih banyak lagi. Dia terlalu malu jika menceritakan mengenai cincin yang dia jual. "Warda… Sebenarnya aku mencintaimu. Sejak awal kamu datang aku sudah tertarik padamu. Hanya saja aku tipe lelaki yang pemalu, sehing

