27. Tragedi Darah Menstruasi

1189 Kata

Anak - anak tengah bermain di tempat permainan, sedangkan Warda dan Lintang duduk berdua menunggu mereka. "Devan kemana?" tanya Lintang. "Sedang mengobrol dengan Kak Lita di telepon," jawab Warda tampak sedih. "Kenapa kamu bersedih gitu? Apa kamu cemburu? Mereka teman sejak masa sekolah kok," hibur Lintang. "Bukan kak, tetapi aku justru sedih dengan nasib kak Lita." Warda menceritakan semuanya, sampai dimana Mika akan menjadi anak angkatnya dan Devan. Lintang syok, tidak menyangka teman yang dulunya begitu riang dan hobi dandan itu akan memiliki umur pendek. Apalagi Lintang yang pernah kehilangan Yuta tidak bisa membayangkan nasib Mika. Lintang ikut menangis, memeluk Warda. "Kamu harus rawat dia baik - baik ya, anggap sebagai anak sendiri. Karena kamu dan Devan menjadi kepercayaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN