“Woi, kenapa menarikku seperti ini, lepaskan. Jika aku terjatuh bagaimana.” Kai melepaskan tangannya dari mataku dan kembali menarik tanganku. “Aku punya tangan, kalau kau terjatuh ya aku akan menangkapmu. Katanya tadi mau pergi kerumah temanmu, pasti kerumah Sarah kan, kalau begitu cepatlah, dia itu orangnya sibuk sekarang, tidak sepertimu yang selalu senggang kapanpun.” Dia ini kenapa sih, tiba tiba marah tidak jelas, kerumahnya Sarah ya kerumahnya Sarah tapi kan tidak perlu menutup mata hingga menyeretku juga kan, lagipula aku juga masih memiliki daya ingat yang cukup dan setidaknya aku juga masih ingat rumahnya. Apalagi anak ini jalannya cepat sekali, bahkan kakinya yang panjang juga mengambil langkah yang lebar, apakah dia tidak bisa melihat perbedaan tinggi badan kita
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


