**** Revalisha hanya diam, bibirnya maju beberapa senti setelah mendengar umpatan yang dilontarkan pria di dalam mobil. Sepenuhnya ia hanya ingin menjaga kesetiaannya pada Bu Ratih, apa salah jika ia meminta ijin dulu pada bosnya? Ghani sendiri mah enak, dia anak bos. Kalo Reva? Dia cuma karyawan, salah dikit ia juga takut kena pecat terlebih saat ini mencari pekerjaan sama susahnya seperti mencari sebutir emas di dalam genangan lumpur. "Kok masih diam? Kamu mau berdiri di situ seharian?" singgung Ghani lagi, alis matanya bertaut saat melihat Reva tak kunjung masuk ke dalam mobil. "Iya Tuan," jawab Reva lirih, tentu saja dengan usus yang harus ia tarik jauh lebih panjang. Sepertinya ia memang harus bersikap jauh lebih sabar pada calon suaminya yang mudah marah dan suka sindir-menyindir

