Berry berdiam mematung menatap pintu gerbang rumah Rika. Dia terdiam sambil menebak-nebak bagaimana nanti Bi Surti menanggapi kedatangannya. Di depan pintu rumah tampak berjaga-jaga orang suruhannya untuk menjaga Richi. Dia masih terlihat memikirkan sesuatu. Tiba-tiba lamunan Berry terhenti ketika ada sebuah sepeda motor berhenti tepat di sampingnya. Berry langsung mengambil sikap waspada. Kejadian di Italia tentu saja membuatnya harus jauh-jauh lebih hati-hati dengan orang sekitarnya. Berry sudah merogoh bagian dalam jaketnya untuk mengambil pistolnya. Dia harus waspada dengan segala kemungkinan yang ada. Sebuah pistol harus tetap ada dan tersedia di balik jaketnya. Sambil tetap memperhatikan orang yang membawa motor itu membuka helmnya. Seorang pria usia dua puluh tahunan berwajah tamp

