Kecelakaan
20 Januari, 2020.
Sebuah mobil sedan berwarna merah maroon membelah jalanan di kawasan Ciwidey Bandung.
Jalanan yang licin karena baru turun hujan ditambah lagi rute jalan yang berkelok-kelok membuat wanita paruh baya yang membawa mobil itu harus ekstra hati-hati.
“Mama, aku ingin pergi menemui Kak Richi!”
“Apa?”
“Ya Mama, aku –“
“Rika, lupakan tentang kakakmu itu dan juga papamu yang di Italia. Kau tidak tahu seberapa bahayanya mereka untuk kehidupan kita!” wanita paruh baya itu menggertak putrinya yang duduk di sampingnya sambil memandang layar ponselnya.
“Papamu itu ... Dan kakakmu juga sama. Kau tidak usah lagi bertemu dengan mereka!” wanita paruh baya itu tidak melanjutkan ucapannya mengenai papanya.
Rika sedih mendengar ucapan ibunya. Lalu suara notif pesan masuk ke dalam ponselnya. Dan dia sangat terkejut ketika membaca pesan itu.
[Selamat tinggal Rika Gavino! Ucapkan salam terakhirmu untuk Mamamu juga]
Rika kaget membaca pesan itu. Tetapi belum sempat dia mencerna apa yang terjadi. Teriakan ibunya mengagetkannya.
“Kok remnya tidak berfungsi! Tidaaaak!” Ibunya panik sambil membunyikan klakson mobilnya dengan keras. Rika panik sambil menunjuk ke arah depan ada bus pariwisata di depan mobil mereka.
“Ini tidak bisa di rem Rika! Astaga!”
“Mama awas!” Rika berteriak keras. Sementara mamanya berusaha mengendalikan mobilnya dengan membanting setir ke kiri menghindari bus. Tetapi malang tidak dapat ditolak mobil mereka malah terperosok ke dalam jurang.
*** ***
22 Januari, 2020.
“Rika, ini aku Richi!” seorang laki-laki berwajah tampan dan bule terisak di depan tubuh yang seorang gadis muda yang terbaring lemah penuh dengan alat-alat medis menempel.
“Ini sudah dua hari setelah kecelakaan yang menimpa adikmu dan juga Ibumu Grace. Mobilnya memang ada yang sengaja memotong kabel rem nya. Bisa dipastikan ini memang kecelakaan yang direncanakan seseorang!” Seorang laki-laki yang tampak lebih tua dari Richi menemaninya.
Namun, posisinya tidak terlalu dekat dengan ranjang pasien.
Richi menatap wajah adik kembarnya dengan tatapan sedih. Setelah dua puluh tahun lamanya mereka berpisah. Kini mereka bertemu dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Rika mengalami koma setelah mengalami kecelakaan mobil bersama ibunya.
“Siapa yang melakukan ini pada Rika?” tanya Richi dengan suara geram.
“Aku tidak tahu, aku mendengarnya dari tim penyelidik. Mobil yang dibawa Nyonya Grace tidak berfungsi remnya.”
“Apa yang harus aku lakukan Berry?Kenapa semuanya menimpaku dan juga Rika?” tanya Richi bingung.
“Tuan Richi, sementara ini kita bawa Nona Rika ke tempat yang lebih aman dan kondusif. Tapi sementara itu –“ Berry tidak melanjutkan perkataannya. Dia terdengar ragu.
“Apa Berry?” tanya Richi menoleh pada laki-laki yang baru tiga hari dia temui. Dia adalah Berry. Orang yang mengaku sebagai anak buah ayahnya.
“Aku punya rencana.”
Richi menatap wajah Berry dengan penuh tanda tanya. Rencana apa yang dia bicarakan? tiga hari sebelumnya, orang itu adalah orang yang membawanya ke Jakarta dengan melewati berbagai kejadian mengerikan sebelumnya.
“Kau menyamar menjadi Nona Rika.”
“Apa kau bilang? Aku menjadi Rika?” tanya Richi shock mendengarnya. Wajahnya yang penuh luka gores dan lecet itu menatap wajah Rika yang sama-sama tergores bekas kecelakaan yang juga merenggut nyawa ibunya. Sampai saat ini Rika belum sadar dan belum tahu kalau Ibunya sudah meninggal.
“Kalau kau hidup sebagai Rika di sini. Aku yakin Luigi dan Massimo tidak akan menyadarinya.”
“Kita belum tahu kecelakaan ini ada hubungannya dengan kejadian di Italia atau tidak. Mungkin ini kecelakaan biasa.”
“Apa Nona Rika tidak sempat memberitahu padamu tentang sesuatu?” tanya Berry.
“Entahlah, aku tidak mendengar dia bicara yang aneh-aneh kalau kita video call.”
“Kau harus mencari tahu sambil menyamar menjadi Rika. Wajah kalian sangat mirip, tidak akan ada yang curiga?”
“Kau gila? Kau menyuruhku menjadi seorang wanita lagi?” tanya Richi sambil menahan volume suaranya. Walau bagaimanapun mereka sedang berada di sebuah rumah sakit.
“Demi keselamatan semuanya. Kau harus bersembunyi dan menjadi Rika!” ucap Berry.
“Percuma. Itu malah akan membahayakan nyawa Rika.”
“Aku akan membawanya. Nona Rika dalam keadaan koma, aku akan membawanya ke sebuah tempat yang aman. Aku mempunyai seorang dokter yang praktek di desa terpencil. Di sana orang-orang itu tidak akan menemukan Rika.”
Richi menatap wajah Berry dengan tatapan yang masih ragu. Tetapi mengingat semua peristiwa yang menimpanya. Richi tidak punya pilihan lain.
“Kita harus tahu penyebab Nona Rika celaka, dan alasan kenapa Nona Rika memintamu untuk bertemu.”
“Jadi, maksudmu aku harus menjadi perempuan dan menjadi Rika?” tanya Richi.
Berry mengangguk dengan pelan. Wajah Richi semakin pucat karena mendengar ide gila Berry.
Bagaimana dia menjadi seorang perempuan? Meskipun dia dan Rika adalah kembar identik, tetapi karakter kepribadian mereka sangat bertolak belakang. Dirinya itu macho, beringas dan paling tidak sabaran. Beda jauh dengan Rika. Adiknya itu anggun dan lemah lembut. Cara bicaranya pun pelan dan sangat sopan. Sementara dirinya sangat kebalikannya dari Rika.
“Kau bisa melakukannya. Karena kalian sangat mirip.”
“Wajah kami memang mirip, tapi kami sangat beda jauh Berry. Tidak akan cukup lima menit orang-orang akan langsung mengenalku bukan Rika.”
“Kau bisa berbahasa Indonesia dengan lancar. Jadi tidak akan ada masalah. Kecuali kau sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia. Barulah itu diragukan!”
Richi termenung, selama dia berkomunikasi dengan Rika, dia memang berusaha untuk bisa berbahasa Indonesia agar bisa komunikasi lancar dengan adik kembarnya itu.
Tok!Tok!
Terdengar suara pintu diketuk dari luar. Richi segera menyelinap keluar balkon ruangan dan bersembunyi di sana. Dia mendengar sayup-sayup suara dokter dan Berry yang sedang berbincang.
“Aish! Untuk apa aku bersembunyi di sini. Aku kan bukan buronan polisi,”gumam Richi dalam hati.
Semua ini karena ketakutannya menemui orang-orang semenjak kejadian tiga hari sebelumnya. Dirinya merasa terancam nyawanya jika ada orang yang melihatnya sebagai Richi Luiz Gavino.
“Tanda-tanda vitalnya belum normal. Apa Bapak yakin mau memindahkannya?” terdengar suara dokter itu berbicara dengan Berry.
“Ya Dokter. Dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia. Tidak ada yang merawatnya kalau dia tidak dipindahkan dekat dengan tempat tinggal saya. Karena saat ini hanya sayalah keluarganya.”
Mendengar itu hati Richi menjadi sedih. Perkataan Berry barusan menyadarkan Richi kalau dia dan Rika sudah tidak punya keluarga lagi. Ayahnya meninggal karena ledakan bom, sementara ibunya juga meninggal karena kecelakaan. Dan waktu mereka meninggal pun hampir berbarengan.
Ada apa sebenarnya? Kenapa orangtuanya meninggal dan dirinya dikejar-kejar sekelompok pembunuh bayaran. Richi ingin menangis. Tetapi, sebagai laki-laki dia harus kuat. Terutama saat ini dia punya tanggung jawab atas keselamatan adik satu-satunya, Rika Putri atau Rika Luiz Gavino.
Setelah dokter itu pergi, Richi kembali lagi masuk ke dalam ruangan dan menatap wajah Berry dengan wajah putus asa.
“Aku akan menjadi Rika dan hidup sebagai Rika. Berry bantu aku untuk mengungkap kejadian yang menimpa Rika!”
Berry menatap wajah Richi yang sedang putus asa itu. Dia mengangguk pelan memenuhi permintaan putra dari bosnya terdahulu, Luiz Gavino.
Saat ini, dia adalah orang yang bertanggung jawab penuh atas keselamatan kedua anak Luiz Gavino. Seorang bos mafia di Italia yang sudah banyak membantunya semasa dia hidup. Sayangnya, kedua anaknya itu tidak mengetahui dunia kelam ayahnya. Mereka hanya mengetahui ayahnya adalah seorang pengusaha anggur biasa. Maka dari itu, keduanya sangat kebingungan mencerna kejadian-kejadian yang mengerikan beberapa akhir ini.
Berry adalah mantan agen rahasia khusus Indonesia yang pernah tak sengaja diselamatkan Luiz Gavino saat dia bertugas. Saat itu dirinya tengah di ujung maut saat menyamar menjadi agen khusus pemberantasan teroris. Kehidupannya sebagai agen rahasia tidak bisa begitu saja diumbar. Jati dirinya sebagai agen khusus tidak ada yang tahu. Sudah menjadi resikonya jika dia gugur saat bertugas, dia tidak akan dikenali sebagai anggota pasukan khusus. Karena itulah tidak ada banyak yang tahu kalau dia masih hidup. Sementara timnya pun mengiranya sudah mati dan gugur.