Beberapa purnama berlalu. "Gimana, Fii." "Berhasil!" Teriak Safiya keluar dari ruang sidang skripsi setelah beberapa tahun berkuliah. "Syukurlah kita lulus." Safiya optimis lulus berpredikat baik. Terlihat dosen pembimbing menatap bangga hasil penelitian Safiya yang sempurna, kerja keras selama beberapa bulan terakhir demi predikat lulus. "Yuk beli, es. Gue butuh sesuatu yang dingin-dingin nih." Ajak Safiya. "Yuk." Keduanya menikati es teh poci juga chicken crispy di kantin. Kali ini mereka lega karena sudah bisa berhasil menggapai cita-cita untuk bisa kuliah. "Setelah ini lo kemana, Ra?" Rara menggelengkan kepala. "Belom tahu sih. Kalau lo enak sih bisa langsung kerja di perusahaan suami lo nah gue!" Safiya tersenyum. "Mau join sama gue ngak. Kita bikin Apotek gitu." "Seri

