Butik Baru

1173 Kata

Tepat sesuai dugaan Safiya, seusai foto bersama Pak Edi menerima panggilan telepon dari istrinya Bu Nadia. Entah Safiya masih belom iklas sepenuhnya saat Ayahnya menikah lagi dengan mantan gurunya satu tahun lalu. "Ayah pamit dulu ya, Nak. Sekali lagi selamat ya. Sukses selalu." Safiya melengos masih menyimpan kejengkelan. "Ayah ngak ikut kita makan dulu?" "Tidak, Nak. Ibu kamu sudah menunggu di depan, maafkan Ayah bila suasananya jadi tak enak," ucapnya sungkan. Safiya terpaksa tersenyum. “Tidak apa-apa, Ayah. Namanya juga pengantin baru." Abram meraih tangan Safiya saat Ayahnya berpamitan. Safiya baru saja akan protes melihat sang Ayah dijemput istrinya. Namun Abram dengan cepat menggenggam tangan Safiya. Berharap istrinya bisa tenang. Jendela mobil diturunkan. Seorang gadis wa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN