"Aku rindu." "Hah." Safiya cuma bisa melongo. Di saat Abram langsung mendekatinya. "Aku capek, Om." Tolak Safiya. Abram sedikit kecewa. "Oke selamat istirahat." Keduanya canggung. Memilih saling diam meskipun berada di kamar yang sama. Seolah saling enggan beranjak, enggan mendengar tanya yang harusnya biasa saja. Malas bertanya? Jadi karena Abram main tak punya waktu? Entahlah? Safiya memilih memejamkan mata. Abram belum bisa terlelap. Di sebelahnya istrinya sudah tidur dengan pulas. Hawa dingin setelah hujan sangat mendukung untuk memanjakan diri untuk tidur, apalagi tubuh Abram juga capek karena pekerjaannya. Ada yang memberontak dalam diri dan membuatnya tidak bisa tidur hingga dini hari. Bangkit dari pembaringan, berdiri di pintu balkon sambil menatap pekatnya malam tanpa bat

